Sunday, January 4, 2015

5 Tahun Burj Khalifa, Menara Tertinggi di Dunia

 [Foto] 5 Tahun Burj Khalifa

The world’s tallest building celebrates its fifth birthday on January 4th. Click through to read about some interesting facts about this structure.Gedung tertinggi di dunia ini merayakan usianya yang ke lima pada 4 Januari 2015 ini.




The world’s tallest building is 828 metres high and consists of 164 floors.
Dimulai pada 1889 dengan Menara Eiffel di Paris, Perancis, kemudian disusul bangunan Empire State di New York pada 1931, persaingan menara pandang (observational deck) memulai babak baru seiring dibukanya lantai 148 Burj Khalifa Sky di Dubai.




The tower houses 900 residences that includes one, two, three and four bedroom suites located on levels 19 to 108 of the building. (Pictured) A file picture of a suit from the Armani Hotel which is also a tenant in the buillding.

Tinggi Burj Khalifa adalah 2.717 kaki atau 828 meter dengan menara pandang terbaru yang berada pada lantai 148, yakni pada ketinggian 555.7 meter. Tinggi gedung tersebut mengalahkan rekor yang dimiliki Canton Tower di Guangzhou, China, di ketinggian 488 meter.



Located on the 123rd level, the Sky Lobby acts as the entrance to the 37 office floors of the Corporate Suites.
Lantai 148 adalah observasi dek Burj ketiga. Sebelumnya, Burj dibuka untuk umum pada lantai 124, kemudian pada lantai 125.



The Park to the Burj serves as the entrance to the Burj Khalifa and is also an outdoor living space. Inspired by the building’s unique triple-lobed shape, the park consists of 11 hectares of greenery and water features. (Pictured) Water features outside the building."Kami mengukur seluruh perjalanan ke Burj Khalifa dengan memberikan pengalaman yang dapat menjadi kenangan seumur hidup bagi seluruh pengunjung," kata Ahmad Al Falasi of Emaar Properties, pemilik Burj Khalifa. 



The skyscraper is home to world’s first ever Armani hotel which occupies 160 guest rooms and 144 private residences. (Pictured) The entrance to the hotel.
Harga pemesanan tiket menuju dek baru ini adalah 400 dirham atau sekitar Rp 554.000, termasuk sampai pada lantai 125. Untuk pembelian tiket langsung, pengunjung dikenai biaya 500 dirham atau Rp693 ribu, tergantung ketersediaan tiket.

 The building was designed by architect Adrian Smith from Chicago. In picture: Architect Adrian Smith with renderings of the Sears Towers in Chicago.
Harga tiket yang diusung untuk dek gedung yang terbaru ini adalah 400 dirham atau setara dengan Rp 554.000, harga ini sudah termasuk kunjungan pada lantai 125. Untuk membeli tiket secara langsung tanpa pemesanan, pengunjung akan dikenai biaya sebesar 500 dirham atau setara dengan Rp693 ribu, tergantung dari tiket yang tersedia. Rupanya, banyak dari para pengunjung yang diundang sehari sebelum pembukaan terkejut dengan pengalaman yang disodorkan. 



 The building’s triple-lobed design is inspired from the Hymenocallis, a Greek flower.
Tingginya sekitar dua kali Empire State Building di New York AS, dan bisa dilihat sejauh jarak 95 km. Sementara bagian luarnya ditutup dengan panel kaca 26.000 buah, yang menyilaukan pandangan di tengah terik matahari padang pasir setempat.




 Located at 124th level, the Observation deck, the highest in the world also consists of shopping boutiques.
Rancangan bangunan ini belum pernah ada baik secara teknik maupun logistik sebelumnya, bukan cuma terkait ketinggiannya tetapi juga karena Dubai sangat terpengaruh oleh kecepatan angin dan dekat dengan patahan bumi.



 It is also home to a four-storey fitness and recreation centre called the The Club. (Pictured) The Spa on the hotel premises.
Salah satu perusahaan di belakang Burj adalah perusahaan pengelola angin asal Kanada RWDI. Angin kencang di daratan Dubai bisa berhembus dengan kecepatan 50 km per jam. Di puncak gedung, kekuatannya bisa naik menjadi tiga kali lipat.




 The tower sits on a man-made lake which is also home to one of the world’s largest performing fountain. In picture: A view of the hotel and the man-made lake.
Dengan tinggi sekitar 800 meter, Burj Dubai dengan mudah mematahkan rekor bangunan tertinggi sebelumnya, menara Taipei 101 di Taiwan, setinggi 508 meter. Dua puluh tahun terakhir terjadi pergeseran pembangunan




 The building has 57 elevators and 8 escalators. A view from inside one of the elevators that go up till the 124th floor.
Dubai adalah kota dengan predikat ‘’paling’’, di mana semuanya harus merupakan paling besar atau paling bagus. Namun seperti banyak gedung dengan gelar tertinggi lainnya, Burj Dubai direncanakan dan dibangun pada masa keemasan ekenomi, sementara selesai pada saat kejatuhan sektor properti.



It has more than 26,000 glass panes.Gedung Empire State diselesaikan di tengah Depresi Besar AS tahun 1930-an sementara menara Petronas di Malaysia selesai tahun 1990-an sekitar terjadinya krisis keuangan Asia.




The name was changed from Burj Dubai to Burj Khalifa when it was inaugurated five years ago.Kenyataan ini membawa orang bertanya-tanya apakah pemecah rekor bangunan tertinggi di dunia ini merupakan gajah putih, perumpamaan untuk barang yang nampak mewah dan indah dari luar namun justru menjadi beban besar bagi pemiliknya. Mohamed Ali Alabbar membantah keras. ‘’Sampai hari ini kami sudah menjual 90 persen menara ini dan kami perkirakan akan 90 persen terisi,’’ ujarnya.



Around 12,000 workers were employed during construction of the building. Menurutnya, pihaknya merasa beruntung sudah mendapat laba sekitar 10 persen. Mulanya dia berpikir impas saja sudah cukup, karena bisa mendapat banyak uang dengan menggarap lahan sekitar Burj Dubai yang luasnya mencapai 500 hektar.


 The tower also hosts At.mosphere, the world’s highest restaurant.

Fakta bahwa pengembang membukukan keuntungan sebesar 1,5 miliar dolar AS dari investasinya terjadi akibat pembelian lahan dilakukan dengan melepas saham bukan secara tunai, dan sebagian besar apartemen dan unit perkantorannya dijual sebelum harga properti ambruk.



Comment :
wow...amazing yaaa....Dubai & Burj Khalifa.... kapan ya saya bisa kesana..??   Someday ... :)



sumber: MSN.com
MSN Travel.

No comments:

Post a Comment