[Foto] 5 Tahun Burj Khalifa
Gedung tertinggi di dunia ini merayakan usianya yang ke lima pada 4 Januari 2015 ini.
Dimulai pada 1889 dengan Menara Eiffel di Paris, Perancis, kemudian
disusul bangunan Empire State di New York pada 1931, persaingan menara
pandang (observational deck) memulai babak baru seiring dibukanya lantai
148 Burj Khalifa Sky di Dubai.
Tinggi Burj Khalifa adalah 2.717 kaki atau 828 meter dengan menara
pandang terbaru yang berada pada lantai 148, yakni pada ketinggian 555.7
meter. Tinggi gedung tersebut mengalahkan rekor yang dimiliki Canton
Tower di Guangzhou, China, di ketinggian 488 meter.
Lantai 148 adalah observasi dek Burj ketiga. Sebelumnya, Burj dibuka untuk umum pada lantai 124, kemudian pada lantai 125.
Harga pemesanan tiket menuju dek baru ini adalah 400 dirham atau sekitar
Rp 554.000, termasuk sampai pada lantai 125. Untuk pembelian tiket
langsung, pengunjung dikenai biaya 500 dirham atau Rp693 ribu,
tergantung ketersediaan tiket.
Harga tiket yang diusung untuk dek gedung yang terbaru ini adalah 400
dirham atau setara dengan Rp 554.000, harga ini sudah termasuk kunjungan
pada lantai 125. Untuk membeli tiket secara langsung tanpa pemesanan,
pengunjung akan dikenai biaya sebesar 500 dirham atau setara dengan
Rp693 ribu, tergantung dari tiket yang tersedia. Rupanya, banyak dari
para pengunjung yang diundang sehari sebelum pembukaan terkejut dengan
pengalaman yang disodorkan.
Tingginya sekitar dua kali Empire State Building di New York AS, dan
bisa dilihat sejauh jarak 95 km. Sementara bagian luarnya ditutup dengan
panel kaca 26.000 buah, yang menyilaukan pandangan di tengah terik
matahari padang pasir setempat.
Rancangan bangunan ini belum pernah ada baik secara teknik maupun
logistik sebelumnya, bukan cuma terkait ketinggiannya tetapi juga karena
Dubai sangat terpengaruh oleh kecepatan angin dan dekat dengan patahan
bumi.
Salah satu perusahaan di belakang Burj adalah perusahaan pengelola angin
asal Kanada RWDI. Angin kencang di daratan Dubai bisa berhembus dengan
kecepatan 50 km per jam. Di puncak gedung, kekuatannya bisa naik menjadi
tiga kali lipat.
Dengan tinggi sekitar 800 meter, Burj Dubai dengan mudah mematahkan
rekor bangunan tertinggi sebelumnya, menara Taipei 101 di Taiwan,
setinggi 508 meter. Dua puluh tahun terakhir terjadi pergeseran
pembangunan
Dubai adalah kota dengan predikat ‘’paling’’, di mana semuanya harus
merupakan paling besar atau paling bagus. Namun seperti banyak gedung
dengan gelar tertinggi lainnya, Burj Dubai direncanakan dan dibangun
pada masa keemasan ekenomi, sementara selesai pada saat kejatuhan sektor
properti.
Fakta bahwa pengembang membukukan keuntungan sebesar 1,5 miliar dolar AS
dari investasinya terjadi akibat pembelian lahan dilakukan dengan
melepas saham bukan secara tunai, dan sebagian besar apartemen dan unit
perkantorannya dijual sebelum harga properti ambruk.
Comment :
wow...amazing yaaa....Dubai & Burj Khalifa.... kapan ya saya bisa kesana..?? Someday ... :)
sumber: MSN.com
MSN Travel.
MSN Travel.
No comments:
Post a Comment