Wednesday, October 22, 2014

Dalil dan Bacaan Wirid Ba'da Shalat


Ada sebuah maqalah yang mengatakan bahwa man laysa lahu wirdun fahuwa qirdun,
barang siapa yang tidak wirid, maka dia seperti monyet.
Memang jika diangan-angan salah satu kewajiban manusia adalah mengingat Sang Khaliq.
Apabila seseorang tidak pernah mengingat (wiid) Sang Khaliq
maka orang itu bagaikan seekor monyet yang tidak  tahu diri dan tidak mengerti balas budi.

Begitulah perintah Allah swt dalam suarat an-Nisa’ ayat 103 diterangkan:
Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk
dan di waktu berbaring. 

Secara praktis, melatih membiasakan wirid dapat dimulai dari hal yang paling kecil dan sederhana.
Misalkan dengan meluangkan waktu setelah shalat fardhu membaca istighfar sebagaimana yang diajarkan oleh
Rasulullah saw dalam haditsnya

Tsauban bercerita, “Jika Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam selesai shalat beliau beristighfar tiga kali,
 lalu membaca “Allahumma antas salam wa minkas salam tabarokta ya dzal jalali wal ikrom”.

Al-Walid (salah satu perawi hadits) bertanya kepada al-Auza’i,
“Bagaimanakah (redaksi) istighfar beliau?”.
 “Astaghfirullah, astaghfirullah” jawab al-Auza’i.

Atau dengan keterangan lebih lengkap bacaan dzikir setelah shalat yang paling minimal adalah:

Kemudian setelah terbiasa hendaknya ditingkatkan dengan menambah wirid sebagaimana anjuran
Rasulullah saw
Bahwa Rasulullah saw pernah berkata ‘barang siapa setelah shalat membaca tasbih 33 kali,

hamdalah 33 kali,
 takbir 33 kali,
sehingga jumlahnya 99

dan menyempurnakannya dengan bacaan La ilaha illallah wahdahu lasyarikalah,
lahul mulku walahul hamdu yuhyi wa yumit wa huwa ‘ala kulli syaiin qadir,
Allah akan mengampuni segala dosanya walau sebanyak buih di lautan.
Artinya alangkah sempurnanya jika wirid setelah shalat di atas ditambah dengan bacaan:
  
Subhanallah  33x
 Alhamdulillah  33x
 Allahu Akbar  33x
 (La ilaha illallah wahdahu lasyarikalah, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wa yumit wa huwa ‘ala kulli syaiin qadir)

Rewrite by:  Rinnie
Sumber NU Online
www.nu.or.id

No comments:

Post a Comment