Thursday, February 18, 2016

'' ISTIDRAJ ''

  Mengenal Maksud dan Pengertian Istidraj
Ilustrasi. (bombayoutdoors.com)Ilustrasi. (bombayoutdoors.com)

dakwatuna.com – Istidraj adalah kesenangan dan nikmat yang Allah berikan kepada orang yang jauh dari-Nya yang sebenarnya itu menjadi azab baginya apakah dia bertobat atau semakin jauh.
Sederhananya adalah, jika kita dapati seseorang yang semakin buruk kualitas ibadahnya, semakin tidak ikhlas, berkurang kuantitasnya, sementara maksiat semakin banyak, baik maksiat kepada Allah dan manusia, lalu rezki baginya Allah berikan melimpah ruah, kesenangan hidup begitu mudah didapatkan, tidak pernah sakit dan celaka, panjang umur, bahkan Allah berikan keluarbiasaan pada kekuatan tubuhnya. Maka, hati-hatilah bisa jadi ini adalah istidraj baginya, bukan karamah, secara beransur Allah menariknya dalam kebinasaan.
Yang seperti ini biasanya memang Allah berikan kepada orang-orang kafir dan ahli maksiat. Sebagaimana keterangan berikut:
وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ خَيْرٌ لِأَنْفُسِهِمْ إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ لِيَزْدَادُوا إِثْمًا وَلَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ
Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan. (Ali ‘Imran: 178)
Ayat lain:
Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka tidak, sebenarnya mereka tidak sadar. (Al Mu’minun: 55-56)
Ayat lainnya:
Maka serahkanlah (ya Muhammad) kepada-Ku (urusan) orang-orang yang mendustakan Perkataan ini (Alquran). nanti Kami akan menarik mereka dengan beransur-ansur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui, (Al Qalam: 44)
Ayat lainnya:
Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami ia berkata, “Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku”. sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui. (Az Zumar: 49)
Tertulis dalam Tafsir Al Muyassar tentang ayat Az-Zumar 49 ini:
ولكن أكثرهم -لجهلهم وسوء ظنهم- لا يعلمون أن ذلك استدراج لهم من الله، وامتحان لهم على شكر النعم
Tetapi kebanyakan manusia –karena kebodohan dan buruknya prasangka mereka- tidak mengetahui bahwa hal itu merupakan istidraj dari Allah dan ujian bagi mereka agar mensyukuri nikmat. (Tafsir Al Muyassar, 1/464)
Hal ini juga dikabarkan oleh hadits Nabi dari ‘Uqbah bin ‘Amir Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi bersabda:
إِذَا رَأَيْتَ اللهَ يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا عَلَى مَعَاصِيهِ مَا يُحِبُّ، فَإِنَّمَا هُوَ اسْتِدْرَاجٌ ” ثُمَّ تَلَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ} [الأنعام: 44]
Apabila engkau melihat Allah memberikan kepada seorang hamba berupa nikmat dunia yang disukainya padahal dia suka bermaksiat, maka itu hanyalah istidraj belaka, lalu Rasulullah membaca: Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, Maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. (Al An’am: 44). (HR. Ahmad No. 17311. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mentatakan: hasan. Lihat Ta’liq Musnad Ahmad No. 17311)
Begitulah istidraj.
Ada pun jika ada kenikmatan dunia diberikan kepada orang mu’min, shalih, ahli ibadah, bukan orang kafir dan ahli maksiat, maka itu merupakan nikmat Allah yang disegerakan baginya di dunia, atau bisa juga ujian untuk meninggikan lagi kedudukannya. Wallahu a’lam (farid/dakwatuna)

Shalahuddin Al-Ayyubi, Panglima yang Agung

'Shalahuddin Al-Ayyubi, Panglima yang Agung'



dakwatuna.comSyahdan suatu ketika dalam hingar-bingar peperangan, Richard yang dikenal dalam sejarah Inggris sebagai pahlawan, kala itu jatuh sakit. Alangkah buruk dalam masa peperangan yang berlangsung kian sengit, kondisi jasmaninya justru melemah. Hal ini tentu mengancam keselamatan jiwanya. Kemudian pada suatu malam, ketika para prajurit muslim dan salib telah terbuai alam mimpi, seorang panglima Islam yang agung secara sembunyi-sembunyi berjalan mengendap-endap mendekati tenda pembaringan Richard. Sang lawan yang pernah membantai 3000 muslim mayoritas anak-anak dan wanita di Kastil Acre itu. Kala sampai, sang panglima mendapati Richard yang lunglai tak berdaya. Bukannya memanfaatkan situasi untuk membalas dendam perbuatan pimpinan pasukan Salib yang keji itu, sang panglima justru mengobati Richard dengan ilmu kedokterannya yang mumpuni. Richard yang terkenal dengan hati singa, begitu terenyuh mendapati kebesaran hati panglima. Berkat pengobatan dari salah satu panglima Islam yang ditakuti oleh seluruh kalangan bangsa Barat, terkhusus orang-orang Kristen, ia pulih dari penyakit yang telah sekian lama merantainya di pembaringan. Richard kemudian bersedia damai dengan pasukan kaum muslimin dan berjanji segera menarik tentara salib kembali ke Eropa.
Siapakah panglima itu? Dialah Shalahuddin Yusuf Al Ayyubi pendiri daulah Ayyubiyah, yang merupakan putra dari Najmuddin bin Ayyub. Beliau lahir di Tikrit Irak pada tahun 1138 M. Besar di Mosul, membuat Shalahuddin tumbuh tidak jauh berbeda dengan umumnya remaja lain. Beliau aktif menghafal hadist-hadist dan alquran, begitu senang berdiskusi terutama mengenai ilmu kalam. Dunia mengenalnya sebagai sosok pejuang keadilan dan ajaran Islam sejati. Hidupnya identik dengan peperangan demi tercapainya kejayaan umat Islam kala itu.
Kendati demikian, pada masa mudanya Shalahuddin kurang begitu dikenal di kalangan masyarakat. Namanya mulai menonjol dan terlibat dalam pemerintahan menjelang keberangkatan dirinya menyertai sang paman Asaduddin Syirkukh dalam sebuah ekspedisi militer di Mesir. Kehidupannya berubah kala sang ayah memperkenalkannya dengan Nurrudin Zangi, penguasa Damaskus kala itu. Shalahuddin diangkat sebagai kepala Garnisan Baalbaek ketika Nurrudin menjabat sebagai Gubernur Suriah dari Daulan Bani Abbasiah. Kalau demi tegaknya Islam, Shalahuddin seperti seolah tak pernah mau berhenti berjuang hingga sampai titik darah penghabisan terakhir sekali pun. Beliau menelan banyak kemenangan di sebagian besar peperangan melawan pasukan Salib yang dilakoninya. Perang pertama melawan pasukan Yerusalem pimpinan Raja Amalrie I, peperangan yang tak kunjung berhenti hingga Amalrie II putra Almarie I mengantikan posisi ayahnya. Perang selanjutnya melawan pengusaha Benteng Karak, sebelah Timur Laut Mati, Raynald de Chatillon, dan melawan Baldwin V hingga Gaza, Yerusalem, Bethlehem, dan kota-kota lain berhasil dikuasai Islam.
Setelah 88 tahun lamanya Baitul Maqdis berada di bawah cengkraman nasrani, Shalahuddin dengan mudahnya memukul mundur tentara salib dan berhasil merebut kembali tempat suci itu. Ketika Baitul Maqdis telah berada di bawah kendali umat Islam, tidak sedikit pun ada benih dendam di hati Shalahuddin. Dengan kemurahan hatinya, beliau masih tetap membiarkan orang-orang nasrani berziarah dan selalu menjamin keamanan dan perlindungan bagi mereka yang tidak bersenjata. Bahkan Shalahuddin menangis tersedu ketika menyaksikan mereka yang menjadi korban peperangan terpecah-belah keluarganya dan menderita. Jauh berbeda dengan apa yang dilakukan pasukan salib ketika menguasai Yerusalem, orang-orang muslim dibantai tanpa ampun, dipanah dari jarak dekat, dibakar, dan diperlakukan secara keji. Hal ini membuat tanah Yerusalem banjir darah, mayat-mayat menyumbat jalan, jiwa anak dan wanita terkapar dengan anyir darah.
Panglima yang Berhati Lembut
Dalam sejarah Islam, Asma Shalahuddin Yusuf Al Ayyubi diukir dengan tinta emas. Bukan karena keberhasilannya dalam melakoni banyak peperangan, tetapi justru karena kelembutan hatinya yang mampu melumpuhkan hati banyak orang termasuk si Raja Inggris Richard. Hal ini diakui oleh banyak kalangan, tidak hanya orang-orang muslim tetapi juga para nonmuslim dari kalangan Barat. Dalam peperangan melawan pasukan Salib, tentara muslim acapkali diam-diam menyelinap ke wilayah musuh dan menculik tawanan. Salah di antara mereka juga merampas bayi yang masih menyusu dari dekapan ibunya, tak ayal ibunya begitu kehilangan dan menangis tersedu-sedu. Sang ibu menginginkan buah hatinya kembali dalam pelukannya. Tak ada yang mampu ibu itu lakukan selain mengadu kepada para panguasa dan panglima pasukan Salib ihwal perampasan anaknya oleh prajurit muslim. Jawaban mereka di luar dugaan sang ibu, mereka tidak bisa melakukan apa-apa. Justru malah merekomendasikan ibu itu memohon pertolongan kepada panglima musuh Shalahuddin Yusuf Al Ayyubi. Dengan langkah gemetar dan hati yang dipenuhi ketakutan, sang ibu memberanikan diri untuk meminta Shalahuddin membebaskan dan mengembalikan buah hatinya. Mendengar pengaduan sang ibu, hati Shalahuddin terguncang hebat hingga mengalir air mata sang panglima itu membasahi jenggotnya. Dengan senang hati, Shalahuddin berjanji untuk memerintahkan agar bayi itu segera dicari dan dikembalikan kepada pelukan sang ibu. Betapa bahagia dan terkesan sang ibu dengan panglima itu. Namun rupanya bayi itu telah dijual, Shalahuddin mengupayakan cara lain. Beliau bersedia mengganti uang tebusan kepada seseorang yang telah membeli bayi itu. Sekian lamanya Shalahuddin berdiri menanti menunggu sang bayi didatangkan dan segera di serahkan kembali kepada ibunya. Akhirnya, penantiannya tak sia-sia. Sang pembeli bersedia mengembalikan bayi yang telah dibelinya itu. Setelah bayi diserahkan kepada sang ibu, mereka dinaikkan kuda dan dikawal secara hormat hingga mereka sampai dengan selamat ke tempat tinggalnya.
Gigih Demi Islam
Beliau merupakan pekerja keras dan menghabiskan masa hidupnya untuk berjuang siang malam demi tegaknya ajaran Allah SWT. Hidupnya begitu sederhana, mulai dari rumah, makanan hingga pakaiannya yang terbuat dari kain kasar. Kemuliaan hatinya tidak akan pernah dilupakan oleh ahli sejarah mana pun. Brilian, tawadu’, cerdas, lincah, pemaaf, pemurah, khusyuk, demikian sebagian kecil dari sifat yang menghiasi perjalanan hidup beliau. Lima waktu yang tak pernah tertinggal, bahkan ketika sakit dan menjelang kepergiannya menuju pangkuan Ilahi beliau masih bersikeras untuk mengerjakan sholat berjamaah. Hingga janji Allah tiap-tiap jiwa yang hidup pasti akan kembali telah sampai, Shalahuddin wafat pada 4 Maret 1193 dalam usia 57 tahun di Damaskus.
Duhai, umat muslimin telah begitu kehilangan sosok panglima yang dihormati dan disayangi. Seluruh dunia berkabung dan tertunduk wajahnya mengantarkan sang panglima yang Agung menemui menemui sang Ilahi. Bahkan salah seorang penulis sejarah mengatakan :
“Hari kematiannya merupakan kehilangan besar bagi agama Islam dan kaum muslimin karena mereka tidak pernah menderita sejak kehilangan Khulafaur Rasyidin. Istana, kerajaan, dan dunia diliputi oleh wajah-wajah yang tertunduk, seluruh kota terbenam dalam duka cita, dan rakyat dengan khidmat mengantarkan jenazahnya sambil diiringi dengan tangisan dan ratapan.”
Sepanjang hidupnya, beliau acapkali menyandang sebuah peti yang ditutup rapat. Orang-orang menyangka peti itu berisi permata atau benda berharga lain. Namun, kala Shalahuddin telah wafat petinya dibuka dan ternyata hanya berisi helaian kain kafan, segumpal darah dan secarik surat wasiat. Dalam suratnya Shalahuddin berpesan,
“Kafankanlah aku dengan kain kafan yang pernah dibasahi air zam-zam ini, yang pernah mengunjungi Ka’bah yang mulia dan makam Rasulullah. Tanah ini adalah sisa-sisa perang. Buatlah kepalan untuk alas kepalaku di dalam kubur.”
Berkat kiprahnya, kini sejarah sering mengelu-elukan namanya, bahkan beliau juga dikenal di kalangan Kristen Eropa sebagai pahlawan Islam yang mulia. Reputasinya begitu besar dan dihormati oleh dunia Barat. Semoga kita dapat meneladani sifat beliau. [Berbagai Sumber]
(dakwatuna.com/hdn)
 Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

""Cara bersholawat kepada Nabi Muhammad yang benar""

Bagaimanakah cara bersholawat kepada Nabi Muhammad yang benar sehingga kita memperoleh pahala dan keutamaan-keutamaan yang telah disebutkan di atas?

Jawab: (Jawaban Oleh Ustadz Muhammad Wasitho, LC, MA ) :
(Disusun Di BBG Majlis Hadits: Tanya Jawab Masalah 314)

Bismillah. Cara bersholawat kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang benar dan sesuai dengan tuntunannya adalah dengan mengucapkan sholawat ibrahimiyyah, yaitu sebagaimana bacaan berikut ini:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

(Allohumma Sholli ‘Alaa Muhammadin Kamaa Shollaita ‘Alaa aali Ibroohiima innaka Hamiidun Majiid. Allohumma Baarik ‘Alaa Muhammadin Kamaa Baarokta ‘Alaa aali Ibroohiima innaka Hamiidun Majiid).

Hal ini berdasarkan hadits shohih berikut ini:

Dari Ka’b bin Ujrah Radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam keluar menuju kami lalu kami pun berkata; "Kami telah mengetahui cara mengucapkan salam kepadamu, lalu bagaimana cara kami bershalawat kepadamu?" Nabi menjawab: “Ucapkanlah:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
(Allohumma Sholli ‘Alaa Muhammadin Kamaa Shollaita ‘Alaa aali Ibroohiima innaka Hamiidun Majiid. Allohumma Baarik ‘Alaa Muhammadin Kamaa Baarokta ‘Alaa aali Ibroohiima innaka Hamiidun Majiid).

(Diriwayatkan oleh imam al-Bukhari no. 3370, dan imam Muslim no. 406).



Atau bisa juga dengan bacaan sholawat yang lebih pendek, yaitu:
صلى الله عليه وسلم .
(Shollallohu ‘alaihi wasallam),

atau dengan membaca:
(Allohumma Sholli wa Sallim ‘Ala Nabiyyina Muhammad),

atau dengan lafazh lain yang maknanya seperti itu.

Demikianlah beberapa lafazh bacaan sholawat kpd Nabi yang benar sebagaimana dijelaskan di dalam hadits-hadits yang shohih. Semoga jawaban yg singkat ini menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat bagi kia semua. Dan semoga kita mendapatkan syafa’at Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam pada hari kiamat dengan sebab memperbanyak sholawat kepada beliau, dan semoga kita semua dikumpulkan Allah bersama beliau dalam satu satu majlis di dalam surga Al-Firdaus yang paling tinggi. Amin ya Robbal Alamiin.
(Ditulis pada hari Jumat, 12 Oktober 2012).

Untuk mengetahui KEUTAMAAN MEMBACA SHOLAWAT KEPADA NABI, dapat dibaca di Blog Dakwah kami dengan Link berikut ini. KLIK:

http://abufawaz.wordpress.com/2012/10/12/keagungan-membaca-sholawat-kepada-nabi-muhammad-berdasarkan-hadits-hadits-shohih/

(Semoga Menjadi ILMU yg Bermanfaat)

dikutip dari :  http://www.salamdakwah.com/

Thursday, February 11, 2016

Jadikan Orang Tuamu Raja, Maka Rezekimu Juga Seperti Raja



Kedua orang tua sangat mungkin menjadi orang paling berjasa dalam hidup kita sang anak. Oleh karena itu, wajar bila di antara rezekimu, ada rezeki orang tuamu. Sedikit percikan dari artikel di bawah ini mungkin bisa membuat kita ingat untuk berterima kasih kepada orang tua, lebih penting lagi jika mereka masih berada di dunia. Setidaknya kita masih memiliki kesempatan untuk membahagiakan mereka.
Jadikan Orang Tuamu Raja, Maka Rezekimu Juga Seperti Raja
Ada sebuah kisah tentang Ummu Hamid yang pulang dengan hati cemas. Ternyata hari itu merupakan hari jatuh tempo pembayaran cicilan tempat tinggalnya. Ummu Hamid tahu bahwa pendapatan ia dan suaminya sangat terbatas, mungkin tidak menyanggupi tagihan rumah mereka. Nominalnya sendiri adalah dua ratus ribu rupiah, tetapi untuk dia nominal ini tergolong sangat besar. Ia tak bisa mengambil biaya dari anggaran lain karena hal yang lain ini lebih penting dan mendesak.
Ummu Hamid menunggu suami sembari menelepon sang ibu. Ia memang sudah sering menelepon ibunya sejak kuliah. Saat menelepon, ternyata ia juga baru tahu bahwa dana bulanan untuk kedua orangtuanya juga belum ditunaikan. Memang selama ini dia ikut membayar pengeluaran air, listrik, dan keperluan orang tuanya lainnya. Akan tetapi Ummu Hamid merasa bahwa banyak pengeluaran tak terduga akhir-akhir ini. Tak lama kemudian Ummu Hamid sempat berpikir bahwa biar saudaranya saja yang menanggung, toh dia sudah berjasa selama ini. Setelah tahu bahwa pikiran itu salah, dia langsung mengucap istighfar dengan cepat. Setelah menelepon ibunya, tanpa pikir panjang lagi ia mentransfer sejumlah uang kepada sang ibu. Disinilah istilah jadikan orangtuamu raja maka rezekimu seperti raja terlihat. Saat kesulitan seperti ini pun, Ummu Hamid masih berpikir untuk memberi nominal lebih bagi sang ibu.
Usai mentransfer, Ummu Hamid mengecek saldo rekeningnya dan ia cukup sedih karena nilai saldo untuk membayar tagihan rumah semakin sedikit. Ia berpikir cukup lama untuk tahu bagaimana dia mampu membayar cicilan rumah tersebut. Di satu sisi, ia tak menyesal telah memenuhi kebutuhan sang ibu. Di sisi lain, tak mungkin ia tak membayar cicilan karena ia pasti akan kena denda yang nominalnya cukup signifikan. 
Bahkan di saat ini pun Ummu Hamid hanya bisa bermimpi memiliki rumah pribadi bersama keluarganya. Dengan rasa gelisah ini pun dia segera melakukan wudhu. Ia memang merasa bahwa pelarian paling tepat adalah shalat dua rakaat kepada Yang Maha Penyayang Allah SWT. Seusai salam, suaminya pun tiba di rumah. Keinginannya langsung menggebu-gebu untuk melaporkan hal tersebut kepada suami, tetapi sesuai ekspektasi ternyata Ummu Hamid berhasil menahan keinginan tersebut. Ia tahu bahwa suaminya pasti lelah setelah seharian bekerja, ia tak ingin menambah beban suaminya itu. 
Tak disangka, suaminya mendapat rezeki dari kantor tempat ia bekerja. Ternyata ada seseorang yang pernah melakukan pinjaman kepada suaminya namun baru saja melunasi nilai tersebut hari ini. Sekali lagi, jadikan orangtuamu raja maka rezeki Anda akan seperti raja. Ummu Hamid yang mendengar kabar gembira ini sontak berteriak Allahu Akbar. Bahkan ia juga lupa dengan pinjaman yang dilakukan oleh orang tersebut. Yang lebih mengejutkan lagi, saat dia membuka amplop, ternyata nominalnya persis 200 kali lipat dari yang telah ia transfer kepada sang ibu. 
Singkat cerita, akhirnya ia bisa melunasi cicilan rumahnya dan memiliki rumah impiannya. Jadi, jangan pernah remehkan ridha orang tua. Rahasia kunci sukses rezeki manusia adalah manusia yang bisa memuliakan orangtuanya seperti raja. Semoga bisa menjadi percikan yang menghangatkan hati kita semua.
  

Rahasia Mujarab Terkabulnya Doa Yang Justru Kita Lewatkan

Kita sebagai makhluk yang berTuhan adalah makhluk yang tak bisa hidup tanpa berkomunikasi dengan Tuhan. Tak ada satu tempatpun yang dapat kita minta selain meminta kepada-Nya. Bagaimana cara kita meminta? Caranya ialah dengan berdoa. Kita berdoa kepada Tuhan dengan maksud memohon sesuatu yang belum kita miliki dan berharap Tuhan mengabulkanya entah dalam waktu cepat atau lambat. Sebagian sumber memang ada yang mengatakan bahwa Tuhan tak pernah menyia-nyiakan doa kita. Tuhan hanya akan mengabulkan doa kita di saat yang tepat. Di saat dimana kita benar-benar membutuhkan realisasi doa tersebut. Tetapi, semakin berkembanganya jaman semakin dangkal pula lah pemikiran manusia yang kebanyakan hanya mau meminta tanpa memperhatikan apakah dia sudah pantas dan sudah benar meminta. Bahwasanya ternyata ada beberapa faktor yang membuat doa kita tidak terkabul, hal itu justru adalah hal sepeleh yang sama sekali tidak kita ingat. Berikut beberapa rahasia mujarab terkabulnya doa yang justru kita lewatkan para pecinta kumpulan misteri semuanya.
Rahasia Mujarab Terkabulnya Doa Yang Justru Kita Lewatkan
Makanan
Makanan adalah sesuatu yang kita cari dan kita masukan kedalam tubuh kita, diproses menjadi darah dan daging. Maka dari itu apa yang kita makan akan mendarah daging didalam tubuh kita. Begitu juga dengan baik buruknya makanan tersebut. Jika makanan tersebut baik maka akan mendarah daging menjadi hal yang baik pula. Tetapi jika makanan itu buruk maka akan mendarah daging menjadi yang buruk pula di dalam tubuh kita. Kebaikan dan keburukan makanan tak dinilai dari rasa dan penampilannya, tetapi dari bagaimana makanan itu berasal, bagaimana kita mendapatkan makanan tersebut. dengan cara halal kah atau dengan cara haram kah?
Sebuah hadist nabi yang diriwayatkan oleh HR. Tabrani mengatakan bahawa dahulu Sa’ad Bin Ai Waqash pernah meminta baginda rosullullah untuk mendoakannya agar segera di kabulkan. Maka serta merta baginda menjawab, “hai Sa’ad perbaikilah makanan mu maka niscaya doamu akan di kabulkan. Sesungguhnya orang yang telah memasukan makanan haram kepada tubuhnya maka doanya tidak akan diterima selama 40 hari”. Tak hanya itu saja sebuah riwayat dan sumber yang menjelaskan dan menunjukan bukti bahwa makanan sering kali kita lupakan sebelum kita berdoa. 
Suatu kisah ada seorang ulama di arab yang setiap doanya selalu dikabulkan oleh Allah. Suatu hari ulama itu pergi ke kota untuk membeli kurma, ketika penjual kurma sedang melayaninya dan menimbang kurmanya, dia melihat ada satu kurma tergeletak di dekat timbangan. Dia pun mengambil dan memakan kurma itu karena mengira bahwa kurma itu adalah kurma miliknya yang jatuh saat proses penimbangan. Menjelang beberapa hari setelah kejadian itu, dia tak merasakan adanya perubahan hanya suatu ketika ketika dia sedang berzikir ada dibelakangnya suara-suara ghaib yang sedang bercakap-cakap membicarakan dia. “ kau lihat, lelaki tua itu? Dia adalah lelaki yang dulunya selalu dikabulkan doa-doanya oleh Allah, tetapi sekarang doa-doanya tidak akan dikabulkan selama 40 hari karena dia telah memakan sesutu yang bukan haknya”. Mendengar percakapan itu, lelaki alim itu langsung bingung dan mengingat-ingat makanan apakah yang sekiranya telah masuk kedalam kerongkongannya yang bukan haknya. Maka dia ingat akan kejadian buah kurma itu. Hingga setelah itu lelaki ini langsung kembali ke kota dan mencari pedagang kurma yang dulu. Sayangnya sesampai disana pedagang korma telah berganti, bukan lagi orang yang dulu melayaninya. Begitu dia meminta penjelasan baru tahulah dia jika pedagang kurma yang dulu telah meninggal dan kini anaknya yang meneruskan. Maka diapun segera menceritakan perihal yang menimpa dirinya, sang anak memaafkan dan mengikhlaskan kurma itu. Tetapi ternyata ahli waris dari pedagang kurma itu bukan hanya satu orang melainkan 7 orang, maka pergilah lelaki alim itu menemui satu persatu ahli waris sang pedagang kurma. Setelah lengkap semua ahli waris memaafkan dan mengikhlaskan beliau tampak lega. Sambil menuju perjalanan pulang terdengarlah kembali percakapan ghaib dibelakangnya “lihatlah..dialah lelaki alim yang kemarin doa-doanya tak dikabulkan oleh Allah, tetapi sekarang Allah sudah mengabulkan doanya”.
Pelajaran Dari Pentingnya Makanan Halal Terhadap Doa Kita
Melihat kisah yang tidak main-main diatas tentunya kita harus sadar. Bahwa benar adanya bahwa makanan adalah faktor penyebab tidak terkabulnya doa yang sering kita remehkan. Apalagi manusia sekarang banyak yang menganggap semuanya remeh. Apa yang ada di meja makan langsung dimakan karena menganggap siapapun yang memiliki pasti akan mengikhlaskannya. Padahal tak seharusnya kita menarik kesimpulan seperti itu. Pada kenyataanya ihklas adalah hal yang tidak mudah. Dan jika seseorang tidak mengikhlaskan akan apa yang sudah masuk kedalam tubuh kita maka sudah masuk dalam hitungan makanan haram. Maka dari itu sebaiknya kita berhati-hati dalam memperhatikan makanan yang masuk karena bisa menjadi rahasia mujarab terkabulnya doa yang justru kita lewatkan.
 
 
 

Beramallah, Hidup Hanya Sesingkat Pagi dan Sore


Hidup hanya sesingkat pagi dan sore atau hanya mampir minum adalah ungkapan untuk menunjukkan bahwa sesungguhnya hidup di dunia ini hanya sebentar. Meskipun kita hidup selama bertahun-tahun, namun hal itu sungguh singkat. Waktu yang singkat itu bisa menjadi berkah jika kita menyadarinya dan menggunakan waktu itu untuk beribadah dan beramal.
Beramallah, Hidup Hanya Sesingkat Pagi dan Sore
Perbuatlah Amal Ibadah, Karena Hidup Hanya Sesingkat Pagi dan Sore
Kehidupan muncul ketika nabi Adam diturunkan ke dunia ini. Sejak saat itulah, Allah menciptakan manusia, hewan, tumbuhan dan makhluk lainnya di dunia ini. Hingga akhirnya terbentuk kehidupan yang indah untuk dijalani. Hal ini menunjukkan bahwa kehidupan ada sejak berabad-abad tahun. Jika kita lihat dari angka tahun, maka kita akan menganggap bahwa kehidupan ini sangatlah lama. Namun demikian, sebenarnya kehidupan kita di dunia ini amatlah singkat. Mulai dari dilahirkan oleh seorang ibu, dan tumbuh hingga dewasa, menikah, memiliki anak, menjadi orang tua, kakek dan nenek. Hal tersebut merupakan siklus kehidupan yang umumnya dialami oleh manusia.
Keindahan dunia akan hilang ketika kita mengalami kematian. Namun, kehidupan berikutnya bisa lebih indah ataupun lebih buruk. Kematian akan mendatangi setiap makhluk yang bernyawa. Dimana pun kita bersembunyi, jika waktu itu adalah waktu kita untuk menghadapi kematian, maka kita akan tetap mati. Sayangnya, tidak ada yang pernah tahu kapan, dimana dan bagaimana kita akan mati. Semua perkara ini adalah rahasia Allah semata.
Setiap orang memiliki jatah usianya masing-masing. Sekarang ini, tidak perlu menungu tua untuk menghadapi kematian terlebih dahulu. Sudah banyak anak muda bahkan bayi yang sudah meninggal mendahulu orang tuanya. Hal ini membuktikan bahwa siapa saja akan menghadap Allah pada waktunya dan hidup sesingkat azan dan shalat.
Semakin lama, kehidupan ini semakin terasa singkat. Orang jawa sering menyebutnya sebagai “mampir ngombe” atau hidup hanya sesingkat pagi ke sore. Jika kita lihat dari peribahasa itu kita akan tahu bahwa sebenarnya hidup kita berjalan dengan singkat. Kita merasa bahwa baru kemarin kita lahir tapi nyatanya kini kita sudah dewasa, bahkan sudah menikah.
Sebuah hadist juga telah menjelaskan bahwa kehidupan di dunia adalah kehidupan yang sementara dan singkat. Kehidupan yang hakiki ada pada kehidupan akhirat. Hal ini seharusnya menjadikan kita lebih bijaksana dalam menjalani hidup. Terlebih tidak ada yang tahu kapan kita akan mati.
Di dalam Islam, dijelaskan bahwa segala apa yang kita lakukan dicatat oleh dua malaikat yang selalu berada di kanan dan kiri kita. Catatan tersebut akan kita pertanggungjawabkan di hari akhir kelak. Oleh karena itu, siapa yang tidak ingin meninggal dalam keadaan khusnul khotimah. Umur pendek atau panjang itu bukan menjadi masalah, tetapi bagaimana kita menggunakan umur tersebut menjadi berkah. Keberkahan usia bisa kita dapatkan dari seringnya beribadah yang baik dan benar.
Terdapat beberapa ibadah wajib, sunnah, mubah maupun hal-hal yang diharamkan oleh Allah. Berdasarkan Al-Qur’an dan hadist kita bisa menjadi menjalani hidup sesuai dengan perintah Allah. Satu hal yang perlu kita renungkan adalah bayangkan jika kita besuk akan mati karena hidup di dunia itu cuma sementara, sehingga keimanan kita akan meningkat dan kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk berbuat baik dan beribadah sebanyak-banyaknya. Hal ini akan memudahkan kita untuk mendapatkan kematian yang khusnul khotimah dan masuk ke dalam surga Allah.
 
 
 

Ternyata Benua Amerika Adalah Negeri Muslim yang Dimurtadkan


Benua Amerika adalah negeri muslim yang dimurtadkan, manakah fakta yang menyebutkan hal tersebut? Islam ternyata ada dalam sejarah benua Amerika dan hubungannya pun termasuk erat. Kalau berkunjung ke Perpustakaan Kongres yang berlokasi di Washington DC, coba cek arsip perjanjian antara suku Cherokee (suku Indian di tahun 1787) dengan pemerintah Amerika. Muhammad Ibnu Abdullah dan Abdel Khak adalah kepala suku tersebut yang bertanda tangan di perjanjian itu. Perjanjian tersebut adalah tentang hak kelangsungan pemerintahan, perkapalan, dan perdagangan oleh suku Cherokee berdasar pada hukum Islam, bahkan termasuk soal cara berpakaian yang auratnya perlu ditutup.
Ternyata Benua Amerika Adalah Negeri Muslim yang Dimurtadkan
Benua Amerika Adalah Negeri Muslim yang Dimurtadkan, Apa Buktinya?
1. Adanya sepotong batu yang ditemukan di daerah Corinto di El Salvador, tepatnya di dalam sebuah gua telah diidentifikasi dan dari situlah kedatangan umat Islam di Amerika Selatan dapat teridentifikasi oleh batu yang diketahui sebagai bantalan prasasti Malaka Haji Malaya pada abad ke-13. Umat muslim tersebut diduga berasal dari salah satu daerah di Indonesia.
2. Ditemukan beberapa koin oleh Pendeta Thaddeus Mason Harris yang ditulis oleh seorang penulis jurnal Amerika yang pada tahun 1787 ketika berkunjung ke beberapa area Massachusetts. Koin itu kemudian oleh Harris diserahkan ke perpustakaan Harvard College untuk diperiksa dan diketahui bahwa koin tersebut berasal dari abad ke-8 dan 9 dan dikenal sebagai Samarqand Dirham. Ada prasasti La ilaha illa-Allah Muhammadun Rasulullah dan Bismillah yang kelihatan ada pada koin tersebut.
3. Prasasti batu lagi-lagi ditemukan dengan bentuk bantalan huruf Cufic H-M-I-D yang diduga berasal dari pasca-650 CE dan ini merupakan salah satu bukti benua Amerika adalah benua yang dimurtadkan. Di bebatuan Nevada, tepatnya di Valley of Fire juga diketahui ada tulisan Arab lainnya.
4. Tulisan Cufic itu ada dan penemuannya ada di White Mountains di tahun 1951 yang lokasinya tidak jauh dari kota Benton di perbatasan Nevada. Tulisan dengan gaya Cufic yang dikenali sebagai tulisan di abad ke-7 ini terdapat kalimat tentang Iblis yang merupakan sumber dari segala kebohongan atau Setan maha mayan.
5. Ada banyak orang yang mencoba meneliti sejarah awal masuknya Islam ke Amerika, mungkin termasuk Profesor Barry Fell seorang dosen yang sudah pensiun dari Harvard University. Ia menekankan bahwa di tahun 650-an, Amerika kedatangan kaum muslim dan tentu ada dasar mengapa sang profesor berani menyatakan demikian, ini karena kaligrafi Cufic. Kalau memang benar, itu artinya pada era Khalifah Utsman, umat Islam telah menapakkan kaki di Amerika.
6. Tulisan “In the Name of Allah” juga ditemukan oleh Profesor Fell dan dianggap sebagai bukti selanjutnya akan Amerika negeri muslim yang dimurtadkan. Jika mengecek dan melihat secara hati-hati akan temuan prasasti tersebut, akan didapati kesimpulan bahwa memang benda tersebut tidaklah bergaya modern Arab dan malah mengandung gaya Cufic yang sangat ada hubungannya dengan gaya tulisan di abad ke-7.
7. Diketahui pula bahwa sebuah daerah di mana orang-orang Arablah penghuninya, diserang oleh Navajos dan Apache asli yang merupakan Athapcan Tribe. Sejumlah sekolah yang dibangun oleh orang-orang Arab dapat memesonakan para pribumi yang buta huruf, dan dari situlah tercipta subyek yang mirip serta binatang mitos hasil dari ubahan bentuk geometris yang kemungkinan dikerjakan dengan bantuan tawanan selama berabad-abad.
Masih ada banyak lagi bukti-bukti mengenai Amerika yang dulunya sebenarnya merupakan negeri Islam melalui penjelasan catatan sejarah. Benua Amerika adalah negeri muslim yang dimurtadkan atau mungkin lebih tepatnya disesatkan.