Monday, December 29, 2014

Daftar Nama 155 Penumpang AirAsia yang Hilang Kontak

Minggu, 28/12/2014 13:51 WIB

Ini Daftar Nama 155 Penumpang AirAsia yang Hilang Kontak

Budi Sugiharto - detikNews

Surabaya, - Pihak AirAsia telah menyebut jumlah penumpang di dalam pesawat yang hilang kontak yaitu 155 penumpang. Jumlah itu terdiri dari 138 orang dewasa, 16 anak-anak, dan 1 bayi. Selain itu, terdapat pula 2 orang pilot dan 5 kru kabin yang berada di dalam pesawat tersebut.

Dalam update news di Facebook yang tautannya di-retweet oleh CEO AirAsia Tony Fernandes, Minggu (28/12/2014), disebutkan bahwa terdapat 156 orang berkewarganegaraan Indonesia, lalu 3 WN Korea Selatan, 1 WN Prancis, 1 WN Malaysia, dan 1 WN Singapura. Penumpang dewasa berjenis kelamin laki-laki berjumlah 70, dan penumpang berjenis kelamin perempuan berjumlah 68 orang.

Informasi dari PT Angkasa Pura I, pesawat dipiloti Kapten Iriyanto dengan Kopilot Remi Emmanuel P dan awak kabin yakni Wanti Setiawati, Khairunnisa Haijar, Oscar Desano, Wismoyo Ari Prambudi dan sorang engineer Saiful Rahmat.

Pesawat itu sendiri merupakan jenis Airbus A320-200 dengan nomor registrasi PK-AXC. Saat ini, pencarian dan operasi penyelamatan sedang dilakukan di bawah panduan dari Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. AirAsia sendiri mengaku terus bekerja sama dan mendampingi dengan cara yang memungkinkan.

Berikut adalah nama-nama 155 penumpang, termasuk 1 bayi, yang terdapat dalam manifest di Bandara Juanda, Surabaya:

1. Abraham, Viona Florensa
2. Alain Oktavianus, Siauw
3. Andriani, Ratri Sri
4. Andrijany, Vincencia Sri
5. Ang, Sharon Michelle
6. Ang, Steven Michael
7. Angelina, Ong
8. Anggara, Lindawati
9. Anggraini, Monica
10. Anggreni, Linda
11. Ann Santiago, Jasmine Rose
12. Ardhi, Jayden Cruz
13. Ardhi, Reggy
14. Astutik, Yuni
15. Aurelia, Thirza
16. Biantoro, Djarot
17. Biantoro, Kevin
18. Chandra, Gani
19. Choi, Chi Man
20. Choi, Zoe Man Suen
21. Claudia Ardhi, Marianne
22. Clemency Ardhi, Michelle
23. Darmaji, The
24. Diani, Inda
25. Djomi, Kaylee C
26. Djomi, Martinus
27. Emmanuel, Angeline Esther
28. Ernawati, Ernawati
29. Evientri Wahab, Musaba
30. Febriantus, Edward
31. Fei, Joe Jeng
32. Fernando, Adrian
33. Gani, Susilo
34. Giovanni, Justin
35. Giovanni, Nico
36. Go, Feilensia Sularmo
37. Gunawan, David
38. Gunawan, Jie Charly
39. Gunawan, Jie Stephanie
40. Gunawan, Jie Steven
41. Gunawan, Jie Stevie
42. Gunawan, Kayla Audrey
43. Gunawan, Kenneth Matthew
44. Gunawan Syawal, Hendra
45. Halim, Hindarto
46. Hamid, Hayati Lutfiah
47. Handayan, Finna
48. Handoyo, Rony
49. Haripin, Sukiatna
50. Harja Subagio, Prawira
51. Hartono, David
52. Harwon Lioe, Caroline
53. Ho, Juliana
54. Hutama, Christanto Leoma
55. Indri, Jo
56. Jauw, Monita Wahyuni
57. Jessica, Jessica
58. Jong, Ang Mie
59. Josal, Shiane
60. Kho Kosuma Chandra
61. Kho, Vera Chandra
62. Krisputra, Sesha Aldi
63. Krisputri, Felicia Sabrina
64. Kristiyono, Kristiyono
65. Kusuma, Nelson
66. Kusumo, Wirantono
67. Lee, Kyung Hwa
68. Liangsih, Indahju
69. Liem, Fransisca Lanny Winat
70. Ligo, Ekawati
71. Lim, Yan Koen
72. Liman, Susandhini
73. Limantara, Juanita
74. Linaksita, Grayson Herbert
75. Linaksita, Kathleen Fulvia
76. Linaksita, Tony
77. Linggarwati, Sri
78. Megawati, Megawati
79. Merry, Merry
80. Muttaqin, Abdullah
81. Noventus, Andrian
82. Nurwatie, Donna Indah
83. Octavani, Lanny
84. Oei, Jimmy Sentosa Winata
85. Oktavianus, Denny
86. Ong, Sherlly
87. Pai, Soemamik Saeran
88. Park, Seong-beom
Infant: Park, Yuna
89. Permata, Gusti Atu Putriyan
90. Poo, Andri Wijaya
91. Pornomo, Christien Aulia
92. Pornomo, Ferny Yufina
93. Puspitasari, Ruth Natalia M
94. Putri, Gusti Ayu Made Keish
95. Ranuwidjojo, Mulyahadikusum
96. Ratna Sari, Ria
97. Romlah, Siti
98. Santoso, Fandi
99. Santoso, Karina
100. Santoso, Nikolas Theo
101. Sari, Lia
102. Sebastian, Yonatan
103. Sentoso, Samuel Joyo
104. Sholeh, Marwin
105. Sia, Soetikno
106. Sidartha, Gusti Made Bobi
107. Sii, Chung Huei
108. Soesilo, Elbert
109. Soetanto, Aris
110. Soetanto, Lina
111. Soetjipto, Cindy Clarissa
112. Soetjipto, Kevin Alexander
113. Soetjipto, Rudy
114. Soewono, Yenni
115. Su, Bundi
116. Sukianto, Kartika Dewi
117. Sulastri, Sulastri
118. Suryaatmadja, Hanny
119. Suseno, Djoko
120. Suseno, Naura Kanita Rosada
121. Susiyah, Susiyah
122. Tanus, Herumanto
123. Thejakusuma, The Meiji
124. Theodoros, Hendra
125. Theodoros, Raynaldi
126. Theodoros, Winoya
127. Usin, Suriani
128. Utomo, Soesilo
129. Wahyuni, Eny
130. Wen, Oktaria
131. Wicaksana, Bhima Aly
132. Widjaja, Andreas
133. Widjaja, Djoko Satryo Tanoe
134. Widjaja, Eko
135. Widodo, Florentina Maria
136. Widodo, Nanang Priyo
137. Widyawati, Anna
138. Wijaya, Alfred
139. Wijaya, Bob Hartanto
140. Wijaya, Marilyn
141. Wijaya, William
142. Wijaya Kwee, Indar Prasetyo
143. Winata, Boby Hartanto
144. Winata, Ingrid Jessica
145. Wuntarjo, Natalina
146. Yani, Indri
147. Yongki, Jou
148. Youvita, Elizabeth
149. Youvito, Brian
150. Yuanita, Jou Christine
151. Yulianto, Albertus Eka Sury
152. Yulianto, Indra
153. Yulianto, Stephanie
154. Yuni, Indah



Sumber:  Budi Sugiharto - detikNews









Baru 41 Menit Terbang, Apakah Mungkin AirAsia Masih di Atas Pulau Jawa?

Surabaya - Ada pertanyaan menyeruak saat jumpa pers di Bandara Juanda, Surabaya terkait AirAsia QZ8501 yang hilang kontak. Seorang teman penumpang menyampaikan bahwa dengan tempuh waktu hanya 41 menit terbang, bisa jadi AirAsia masih di atas Pulau Jawa.

"Jadi pesawat itu take off dari Surabaya pukul 05.36 WIB dan hilang kontak 06.17 WIB. Dalam hitung-hitungan matematika, pesawat itu masih ada di Pulau Jawa," jelas seorang pria teman penumpang bertanya ke posko di Bandara Juanda, Senin (29/12/2014).

Menurut pria itu, dia saja menempuh Jakarta-Surabaya sekitar 71 menit. Jadi, pria itu meminta agar pencarian juga dilakukan di sekitar Laut Jawa, tak hanya di kawasan Belitung.

Pejabat tinggi TNI AL Laksma Sigit Setyanta memberi jawaban atas pertanyaan itu. Dia menjelaskan, sejak kemarin tak lama setelah mendapat kabar pesawat hilang Minggu (28/12), TNI AL segera bergerak.

"Kapal dan pesawat kami sudah bergerak di Karimun Jawa, Pangkalan Bun, dan Belitung sejak kemarin. Kami juga perluas area pencarian," tutur dia.

Seperti disampaikan Tim Basarnas, pesawat itu mengalami hilang dari radar di sekitar perairan Selat Karimata. Namun pencarian tetap dilakukan di area yang luas.


Sumber:  Budi Sugiharto - detikNews




 Airbus A320 Diklaim Tak Bisa Stall atau Jatuh Sendiri 



Elvan Dany Sutrisno - detikNews

 Jakarta - Pesawat AirAsia QZ8501 hilang kontak di perairan sekitar Tanjung Pandan dan Pontianak. Sang pembuat pesawat, Airbus, mengkalim pesawat ini tak bisa jatuh sendiri karena faktor dari dalam pesawat.

"A320 adalah pesawat jarak sedang paling laku di dunia, karena efisien dan teknologi sistem penjaga keselamatannya," kata pilot senior Garuda Indonesia yang kini menjadi salah satu pilot air race, Jeffrey Adrian, dalam analisis melalui twitter, Senin (29/12/2014).

Pesawat ini, disebutkan Jeffrey, digerakan dan dikontrol oleh komputer canggih yang membuat semua input dari dalam (pilot) juga dari luar diproses menjadi hasil terbaik. Hasil terbaik bukan hanya di kondisi normal, dalam kondisi terburuk pun, A320 diklaim bisa mengatasi dirinya sendiri untuk tetap mengudara,seperti.

"Diklaim oleh pabrikan Airbus bahwa Airbus tidak bisa stall atau jatuh oleh faktor dari dalam #takabur," katanya.

Airbus mengganti konvensional stir pesawat yang di depan pilot menjadi joystick di samping pilot. Adapun contoh gangguan dari dalam antara lain pilot over control mengerakan joystick extrim terlalu menghujam, maka komputer akan melakukan perlawanan mengembalikan pesawat ke kondisi normal.

"Atau pilot mengurangi powernya sampai minimum, maka pesawat akan memperbaikinya, memiliki safety berlapis, termasuk memberi suggest kepada pilot saat kondisi emergency, pilot tinggal ikuti #flybywire," katanya.

"Muncul pertanyaan: kemungkinan masuk cuaca buruk yang menyebabkan mesin mati atau pesawat upset(pesawat tidak dalam posisi normal terhadap horizon)," ujarnya menganalisis kasus hilang kontaknya pesawat AirAsia.

"Untuk kasus 2 mesin mati dan tidak bisa dihidupkan kembali di udara jarang terjadi, terakhir adalah GA yang mendarat darurat di sungai Bengawan Solo. Itu pun pilot GA memiliki waktu dan berhasil meng-gliding-kan pesawat (terbang tanpa power) mencari lokasi pendaratan darurat di darat ataupun air. Artinya andaipun QZ8501 mengalami hal serupa, Pilot akan memiliki waktu untuk menyampaikan keadaan darurat,crew mendapat training untuk hal ini," ujarnya menganalisis.



Sumber: detikNews



 


AirAsia Terbaca di ATC Makassar, Hilang Saat Memasuki ATC Jakarta

Minggu, 28/12/2014 13:12 WIB

AirAsia Hilang Kontak

AirAsia Terbaca di ATC Makassar, Hilang Saat Memasuki ATC Jakarta

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews

Makassar - Penerbangan pesawat Air Asia QZ 8501 tujuan Surabaya-Singapura yang dinyatakan hilang kontak, sempat terbaca di radar Air Traffic Control (ATC) di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

"Berdasarkan informasi dari ATC Makassar, sekitar pukul 05.30 sampai pukul 06.00 Wita, pesawat Air Asia QZ 8501 sempat terbaca di radar ATC yang berada Makassar, dari data ATC, pada flight information regional (FIR) wilayah Makassar sempat terbaca, tapi memasuki FIR wilayah Jakarta pesawatnya sudah menghilang," ujar Communication and Legal Section Head Angkasa Pura Airports Cabang Bandara Sultan Hasanuddin Rio Hendarto pada detikcom, Minggu (28/12/2014).

"Jadi pesawatnya hilang pas masuk wilayah ATC Jakarta," tegasnya.

Rio menambahkan, terkait adanya insiden hilang kontak pesawat Air Asia tujuan Surabaya-Singapura, penerbangan Air Asia di bandara Sultan Hasanuddin Makassar tetap normal. Demikian pula maskapai lainnya.



Sumber:  detikNews.

Pesawat Air Asia Surabaya-Singapura Hilang Kontak Sunday, 28 December 2014, 10:35 WIB



 Air Asia. Ilustrasi
 Air Asia. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA—Sebuah pesawat Air Asia penerbangan Surabaya-Singapura diduga mengalami hilang kontak, Ahad (28/12) pagi.
“Betul hilang kontak sekitar pukul 07.55 WIB,” kata Kepala Pusat Komunikasi Kementerian Perhubungan JA Barata saat dikonfirmasi.

Menurut Barata, pesawat bernomor penerbangan QZ 8501 itu berangkat dari Surabaya sekitar pukul 05.20 WIB dan diperkirakan tiba di Bandara Changi, Singapura sekitar pukul 08.30 waktu setempat.
Dari informasi yang beredar lewat broadcast, pesawat jenis Airbus A320-200 ini membawa 155 penumpang. 138 penumpang dewasa, 16 anak dan satu bayi, dua pilot, empat awak kabin dan satu teknisi.


sumber: ROL (Repulika Online)