Monday, March 28, 2011

Menebak Kepribadian dari Pilihan Kopi

Menebak Kepribadian dari Pilihan Kopi

Penulis: Asep Candra | Editor: acandra

Shutter Stock
Caffe latte (left), and cappuccino. 
 
JAKARTA, KOMPAS.com — Secangkir kopi tidak hanya sekadar buih dan gula yang mengendap di dasarnya. Karakter dan kepribadian Anda dapat tecermin di sana. Dua pakar bahasa tubuh asal Australia, Judi James dan James Moore, mengklaim bahwa selera dan pilihan kopi seseorang sebenarnya dapat mengandung makna tertentu.

Menurut mereka, selera kafein dapat mengungkap banyak hal, seperti kepercayaan diri, tingkat stres, dan bahkan kehidupan seksual. Berikut ini uraiannya seperti yang tercukil dalam buku The You Code.

Peminum "espresso": Mereka yang suka kopi ini cenderung moody, tegar, dan pekerja keras. Mereka juga suka menjadi pemimpin dan mengejar tujuan. Mereka  bisa jadi seorang pasangan yang berpengalaman dan menyenangkan, tetapi kesetiaannya belum tentu bisa diandalkan.

Peminum "black coffee":
Tipe orang ini sungguh minimalis dan tanpa ornamen. Dia menerapkan pendekatan langsung dalam hidupnya. Peminum kopi ini bisa jadi pendiam dan moody, tetapi kadang kala juga bisa menjadi sangat terbuka pada orang lain.

Peminum "latte": Secara tipikal, mereka adalah metroseksual. Peminum latte ingin menyenangkan orang lain dan sangat ingin disukai. Dengan memilih minuman hitam dan berbahaya kemudian mengubahnya menjadi minuman nyaman bercampur susu, James dan Moore bilang bahwa peminum latte mengakui bahwa mereka memiliki sisi ketidakmatangan walaupun ingin maju sebagai penantang.

Peminum "cappuccino": Seperti halnya yang mereka minum, penggemar cappuccino tidak penting seperti halnya buih dan gelembung, bosan dengan detail, tetapi tidak terobsesi dengan hal-hal material. Peminum cappuccino menikmati seks, tetapi mudah bosan dengan pasangan yang kurang imajinatif.

Peminum "instant coffee": Mereka ini tipe orang yang menyenangkan, langsung ke tujuan, suka tertawa, dan hidup dengan slogan "Jika tidak rusak, tak perlu diperbaiki". Peminum instant coffee bisa jadi hanya memiliki karier yang datar-datar saja dan harus melihat orang lain untuk melihat ke dalam apa yang tersembunyi dalam kepribadian mereka. Hal yang bukan omong kosong dari peminum instant coffee adalah alergi terhadap perilaku berpura-pura dan mereka tetap memakai kaus kaki saat melakukan seks."

Peminum "decaf soy milk": Mereka adalah tipe orang yang maunya benar sendiri, sok peduli lingkungan, pencari perhatian dengan kecenderungan pilih-pilih, rewel, dan gampang jijik. Selain itu, pilihan palsu ini menyiratkan sebuah kesombongan, tipe high-maintenance yang mendambakan sesuatu yang tidak dapat mereka peroleh dan merasa ragu dengan kepribadian mereka sebenarnya.

Peminum "frappuccino": Tidak karuan dan dangkal, peminum frappuccino akan mencoba apa pun sekali saja, terutama jika seorang selebriti lebih dulu melakukannya. Mereka senang memosisikan diri sebagai trend setter, tetapi mereka memberi kesan bahwa mereka adalah seseorang yang lebih mementingkan gaya ketimbang hal substansial  Hubungan asmara peminum frappuccino sering kali berlangsung seperti selera mereka.

Tidak suka kopi: Sungguh disayangkan, keputusannya tidak bagus. Menurut James dan Moore, takut minum kopi sama dengan takut akan hidup. Jika rasa kopi membuat Anda takut, maka Anda benar-benar seorang yang kekanak-kanakan, dan inilah saatnya untuk bergabung dengan dunia yang terus tumbuh!

8 Tipe Kepribadian Ini Pengaruhi Kesehatan

PSIKOLOGI - ARTIKEL


8 Tipe Kepribadian Ini Pengaruhi Kesehatan

Penulis: Asep Candra | Editor: Asep Candra
Selasa, 22 Maret 2011 | 14:48 WIB
Dibaca: 6944





KOMPAS.com - Dapatkah tipe kepribadian seseorang mengungkap semua hal tentang kesehatannya? Jawabannya adalah ya! Pasalnya, terdapat banyak bukti yang mengindikasikan bahwa karakter dapat memengaruhi kualitas kesehatan seseorang.
"Kepribadian merupakan hasil dari pengaruh gen dan lingkungan.  Dengan mengetahui Anda termasuk karakter mana bukan tidak berarti akan mengidap sejenis penyakit tertentu seperti jantung misalnya, tetapi setidaknya menjadi waspada akan risiko kesehatan," ungkap Dr Martin Hagger, pakar psikologi kesehatan dari Universitas Nottingham dan Universitas Curtin, Australia.
Manfaat positif lainnya, kata Hagger, Anda juga memeroleh kesempatan mengenal dan menganalisis aspek yang kurang sehat dalam karakter Anda, seperti kebiasaan merokok atau minum alkohol.
Berikut adalah beberapa tipe kepribadian seseorang beserta kondisi kesehatan yang biasa dikaitkan dengan karakternya :
1. Tipe Periang, Optimistis
Mereka yang masuk kategori ini biasanya punya pandangan yang luas akan kehidupan, tetapi mereka yang optimistis cenderung kelebihan berat badan.
Para ahli dari Doshisha University di Kyoto, Jepang, meneliti pria dan wanita obesitas yang sedang menjalani program pelangsingan termasuk konseling, latihan olahraga dan pengaturan nutrisi.
Peneliti menemukan, mereka yang pikirannya paling positif justru mencatat penurunan berat badan paling sedikit.  Diduga, dengan melihat sisi terang membuat pasien tidak terlalu peduli akan berat badannya dan selalu terjebak dalam godaan.
Sementara itu temuan peneliti  Universitas California AS menunjukkan, rasa percayaan diri mengatasi kesulitan hidup serta kerelaan justru dapat memicu risiko lebih besar.  Hal ini juga dapat menjelaskan mengapa mereka berkarakter periang relatif meninggal di usia muda.
Psikolog Dr Howard S. Friedman menganalisa data lebih dari  1.500 anak usia 10 tahun dan memantau perkembangannya hingga usia dewasa. "Mereka yang punya selera humor saat anak-anak rata-rata berumur pendek dibandingkan mereka yang kurang riang ." Riset lain di Universitas Stanford menemukan bahwa anak-anak tipe periang memiliki kecenderungan melakoni hobi yang lebih berisiko
2. Tipe Cemas
Para ahli di Universitas Descartes, Paris, dan Centre for Addiction and Mental Health, Toronto, Kanada, menemukan mereka yang berkepribadian needy  (terlalu berharap) lima kali berisiko mengidap masalah pencernaan seperti tukak lambung.
Orang yang dependen dan secara emosional kurang stabil juga cenderung merokok dan minum alkohol, punya kebiasaan makan tidak teratur dan gangguan tidur.  Semua kebiasaan itu dapat memicu rata-rata produksi asam lambung menjadi tinggi sehingga memicu tukak lambung.
Tingginya kadar hormom stres kortisol juga dapat memicu sakit kepala, jerawat dan infeksi kandung kemih.
Kabar baiknya? Mereka yang bertipe cemas ini lebih banyak melakukan seks, menurut sebuah penelitian dari Sheffield University, Inggris.
"Wanita yang bermasalah neurotik cenderung punya lebih banyak pasangan untuk hubungan jangka pendek, yang mengindikasikan adanya hubungan antara gairah seks mereka  dan kepribadian," Dr Virpi Lummaa, dari Departmen Ilmu Tumbuhan dan Binatang di  Inggris
Hal ini mungkin terjadi karena ketakutan akan tidak menemukan orang yang tepat atau gagal bereproduksi membuat mereka lebih sering melakukan hubungan seks dengan lebih banyak pasangan.
3. Tipe Sensitif
Pria yang tipenya cenderung seperti wanita — simpatik dan pengiba  — memiliki kadar stres yang lebih rendah dan berisiko lebih kecil mengalami serangan jantung, menurut sebuah riset di Universitas Glasgow Skotlandia.
Dalam riset itu, para pria diberikan nilai ‘maskulinitas’ dan ‘kewanitaan’ berdasarkan perilakunya seperti kemampuan memimpin, keteladanan, agresi, pengambilan risiko, afeksi, rasa belas kasih dan sensitivitas pada kebutuhan orang lain.
Penelitian menemukan, kecenderungan atau risiko pria mengidap penyakit jantung kronis mengalami penurunan seiring dengan nilai 'kewanitaan'.  Para ahli menyatakan, keterlibatan mereka dalam perasaan menyebabkan para pria lebih dapat menyampaikan emosinya dan memeroleh dukungan  termasuk berkonsultasi ke dokter.
4. Tipe Argumentatif
Permusuhan (hostile) dan perilaku agresif adalah salah satu kepribadian yang tidak sehat. Dalam studi terhadap 448 wanita yang menjalani pusat skrining payudara di Oncological Hospital of Kifissia, Athena, terungkap bahwa tipe perempuan tipe hostile cenderung mengidap kanker payudara.
Penelitian lain terhadap 61 pria yang mengidap kanker colon oleh ilmuwan di Creighton University School of Medicine, Nebraska, menemukan  peningkatan risiko yang serupa.  Diduga bahwa permusuhan dan amarah menghambat efektivitas sistem kekebalan tubuh, sehingga membuat tubuh lebih rentan sakit.
Amarah juga memberi 50 persen peningkatan risiko memburuknya kesehatan, kata peneliti dari Mount Sinai School of Medicine di New York. Orang yang marah merespon stres dengan lebih cepat dan kuat baik secara mental maupun fisilogis, sehingga meingkatkan tensi darah dan detak jantung — menyebabkan  kerusakan pada sistem kardiovaskuler.
5. Tipe Ramah
Menurut riset para ahli di Universitas Milan, pria berkepribadian ekstrovert berisiko lebih rendah mengidap sakit jantung. Mereka juga tidak mudah terkena infeksi dan lebih cepat pulih dari penyakit.
Hal ini terjadi akibat menurunya hormon stres, pasalnya  - para ekstrovert mampu mengatasi ancaman terhadap dirinya dengan lebih baik. Dan jika mereka merasa memiliki masalah kesehatan, mereka akan mengungkapkannya.  Pria yang ekstrovert juga cenderung punya lebih banyak anak.
6. Pemalu
Menurut penelitian, mereka yang punya sifat pemalu  50 persen berisiko lebih besar mengidap sakit jantung. Peneliti dari  Universitas Northwestern Chicago yang melakukan studi selama 30 tahun menyatakan hal ini disebabkan para pemalu cenderung memilih hidupnya terlindungi sehingga bila menemukan situasi baru menjadi lebih mudal stres.
Tipe pemalu juga lebih rentan terhadap infeksi virus seperti selesma yang lebih banyak dipicu akibat stres, menurut peneliti dari Universitas California.
"Tampaknya orang yang sensitif menjadi mudah merespon  stres lebih kuat ketimbang mereka cuek," kata Bruce Naliboff salah seorang peneliti.
7. Tipe Bodoh
Rendahnya IQ berhubungan dengan risiko yang lebih besar mengalami kecemasan, demensia dan gangguan stres pascatrauma, kata  peneliti dari Universitas Edinburgh.
Selain itu, riset yang dilakukan peneliti dari Harvard School of Public Health  terhadap anak-anak dengan  IQ  rendah menemukan peningkatan risiko depresi dan skizofrenia.
Salah satu teorinya sederhana : orang yang intelejensianya rendah butuh waktu lebih lama memahami pentingnya hidup sehat. Rendahnya IQ anak juga mengancam anak-anak menjadi rentan terhadap beberapa jenis gangguan mental.
8. Tipe 'Virtuous' (berbudi baik)
Seperti yang diharapkan, mereka yang teliti akan menuai manfaat dari sisi kesehatan, ungap penelitian dari University of Edinburgh and the Social and Public Health Sciences Unit di Glasgow.
Mereka yang memiliki tipe ini cenderung terhindar dari semua jenis penyakit seperti diabetes, hernia, masalah tulang, strok bahkan Alzheimer
Hasil tinjauan dari sekitar 190 riset menunjukkan bahwa orang yang teliti melakukan perilaku konsisten yang mendukung kesehatan, seperti rutin berolahraga dan diet makanan sehat.

Sunday, March 27, 2011

Dreams Can Come True

Penampilan Fisik Dalam Hubungan, Pentingkah?


KOMPAS.com — Wulan Danoekoesoemo, psikolog klinis lulusan Universitas Indonesia, dalam sebuah acara yang digelar lembaga Hitman System, bertajuk Revolusi Cinta, beberapa waktu lalu mengungkap, secara psikologis ada 3 hal utama yang membuat seseorang tertarik terhadap lawan jenisnya; fisik (kecantikan, kepercayaan diri), interaksi positif, dan kesukaan akan hal yang sama. Untuk interaksi positif dan kesamaan kesukaan sudah jelas.

Menurut Louann Brizendine, profesor psikologi klinis di University of California, San Fransisco, AS, juga pengarang buku The Female Brain, pria dan wanita sama-sama menilai bahwa fitur fisik seseorang adalah hal yang penting, baik disadari maupun tidak. Namun, memang, pria menilai keindahan fisik itu lebih penting jika dibandingkan dengan cara pandang wanita. Menurut Brizendine, saat proses ketertarikan terjadi, bagian otak pria yang terasosiasi dengan proses informasi visual lebih aktif. Hal ini juga terjadi di otak perempuan, namun, saat yang bersamaan, di otak wanita berlangsung proses pengambilan keputusan, yang artinya wanita berpikir lebih banyak dari sekadar menilai penampilan fisik.
Bagaimana dengan ujar-ujar "cinta buta"? Brizendine mengatakan, tak selalu berarti begitu. "Saat berada dalam sebuah hubungan, Anda pasti menyadari dan mengerti kekurangan dari si pasangan, namun otak Anda juga mengatakan bahwa hal-hal itu boleh ditolerir dan ditutupi," jelas Lucy Brown, Ph.D., profesor neuroscience di Albert Einstein College of Medicine, New York, AS, yang mengambil spesialisasi pada respon otak terhadap cinta, seperti dikutip dari Real Simple.

Sementara studi yang berlangsung di Wellcome Department of Neuroimaging di University College di London menemukan bahwa saat pasangan bersilih tatap, bagian otak yang terasosiasi terhadap penilaian sosial dan emosi negatif cenderung berada dalam keadaan setengah tidur, alhasil kemampuan penilaian kritis kita menjadi tumpul. Mekanisme ini kemungkinan besar telah mengalami evolusi sehingga bisa membantu banyak orang untuk melewati tahapan-tahapan hubungan awal yang kadang penuh stres.

"Kita bisa saja jatuh cinta kepada orang yang misterius dan menantang bagi kita," jelas Helen Fisher, profesor Antropologi di Rutgers University, New Jersey, AS, dan pengarang Why We Love: The Nature and Chemistry of Romantic Love. Bisa jadi, ini merupakan dorongan dari dalam diri. Jika dua orang yang sangat berbeda mencampurkan DNA, mereka akan menciptakan variasi genetik, dan anak yang mereka hasilkan akan menjadi pribadi yang unik dan memiliki beragam kelebihan.

Gelisah Tanpa Arah

”Kehidupan urban selalu menjebak orang di persimpangan antara hasrat dan ketidakberdayaan. Baik yang papa maupun yang berpunya tidak lagi mampu menghentikan laju kehidupan urban yang tanpa arah. Kita tidak pernah tahu ke mana arah kehidupan akan membawa kita, semua terseret arus tanpa tahu ke mana semuanya akan bermuara"

Friday, March 25, 2011

Everybody Knew - Citra Scholastika

#hey guys...lets sing: ..........

Ketika ku lihat kau bersama dia
Tak ada penyesalan dalam hidupku
Dan apa yang ku rasakan saat ini
Seperti dahulu ku tak mengenalmu

Ketika ku lihat kau bersama dia
Tak ada lagi hasrat dalam hidupku
Kepada dirimu yang dulu tercinta
Tak ada lagi kenangan
Takkan lagi harapan

Everybody knew your a lier
Everybody knew your a player
Everybody knew you are never
Serious with you love again
And a tell you once again baby

Ketika ku lihat kau bersama dia
Tak ada penyesalan dalam hidupku
lyricsalls.blogspot.com
Dan apa yang ku rasakan saat ini
Seperti dahulu ku tak mengenalmu

Everybody knew your a lier
Everybody knew your a player
Everybody knew you are never
Serious with you love again
And a tell you once again baby

Everybody knew your a lier
Everybody knew your a player
Everybody knew you are never
Serious with you love again
And a tell you once again oh baby